Pegobatan herbal de Nature Indonesia, aman ampuh tanpa efeksamping

Hubungi Kami: HP. 0813 9269 7373 (Call/SMS/Whatsapp) - BB 54B5E564

Bagaimana Cara Mengobati Stroke?

Bagaimana Cara Mengobati Stroke? __ Berdasarkan manifestasi klinis yang terjadi pada pasien, stroke dapat dibagi menjadi dua tipe utama yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik disebabkan oleh adanya trombus atau emboli yang menyumbat aliran darah ke otak. Perdarahan di jaringan otak atau ruang subarachnoid menyebabkan stroke hemoragik. Dari seluruh kejadian stroke, 83% adalah stroke iskemik dan sisanya 17% stroke hemoragik.

Cara Mengobati Stroke __ Namun demikian pemulihan kedua jenis stroke ini tergantung dari banyak faktor antara lain faktor risiko yang dimiliki, ketepatan dan kecepatan penatalaksanaan, penyakit yang memperberat stroke dan perawatan serta pelaksanaan mobilisasi dini untuk mencegah salah satu komplikasi dari tirah baring lama, seperti kontraktur sendi, atrofi otot, pneumonia hipostatik dan terjadinya dekubitus.

Patofisiologi Stroke

Obat Stroke __ Beberapa proses berperan dalam patofisiologi serangan stroke, dimana melibatkan gangguan oksigenasi otak, proses metabolisme serebral, dan apoptosis. Patofisiologi stroke iskemik dan stroke hemoragik mempunyai perbedaan. Pada stroke iskemik dan hemoragik terdapat berbagai faktor yang mengakibatkan kematian sel dan patofisiologi lainnya berperan terhadap timbulnya gejala serta kemungkinan perbaikan setelah stroke.

Stroke Iskemik

Faktor yang berperan dalam patofisiologi stroke iskemik dapat dibagi atas:

1) Metabolisme serebral

Otak manusia membutuhkan glukosa sebanyak 75-100 mg/menit sebagai sumber utama untuk metabolisme energi. Glukosa di-metabolisme dalam otak melalui glikolisis dan siklus tricarboxiclic acid. Selama metabolisme aerob, masing-masing molekul glukosa memproduksi 36 molekul Adenosis Tri Pospat (ATP), dan hanya 2 molekul ATP beserta asam laktat saat metabolisme anaerob. Keadaan ini menyebabkan mitokondria tidak mampu menahan kalsium sehingga terjadi penumpukan kalsium intrasel. Neuron otak membutuhkan asupan ATP yang konstan untuk mempertahankan integritasnya dan menjaga kation intrasel utama: ion kalium, serta kation ekstrasel mayor: ion natrium, dan kalsium di luar sel.

2) Regulasi aliran darah serebral

Aliran darah serebral global menggambarkan aliran substansia grisea dan alba pada orang dewasa muda sehat. Sekitar 50-55 ml/100g otak per menit atau 15-20% total curah jantung dialirkan ke pembuluh darah otak. Pada kondisi istirahat, konsumsi oksigen otak, yang biasanya diukur dengan kecepatan metabolisme oksigen serebral (Cerebral Metabolic Rate O2-CMRO2) berkisar antara 3,3-3,5 ml/100g permenit, atau 45 ml oksigen per menit. Secara keseluruhan pada keadaan istirahat terdapat 20% total konsumsi oksigen yang diterima tubuh.

3) Proses iskemia serebral

Patofisiologi iskemia serebral akut terjadi karena proses (a) vaskuler dan hematologi yang menyebabkan awal penurunan dan perubahan aliran darah serebral lokal, (b) perubahan kimiawi seluler karena induksi iskemia yang mengakibatkan nekrosis neuron, glia dan sel penunjang otak lain.

Apabila cerebral blood flow (CBF) menurun menjadi 20 ml / 100 g otak / menit (40-50% CBF normal), maka fraksi ekstraksi oksigen menjadi maksimal dan CMRO2 menurun sehingga fungsi neuron korteks serebral normal terganggu dan aktivitas elektroenselografi menurun. Apabila CBF turun hingga di bawah 10 ml/100 g otak/ menit (20-30% CBF normal) terjadi kegagalan mekanisme transport seluler dan sistem neurotransmiter hipoksik-iskemik yang berlangsung lebih dari 3-5 menit akan menimbulkan depolarisasi anoksik kerena penurunan ATP intraseluler sehingga terjadi hambatan aktivitas Na+/K+ATPase.

Selain itu terjadi juga pelepasan sinaptik transmiter glutamat sehingga terjadi influks Ca2+ melalui reseptor N-methyl-d-aspertate (NMDA) secara langsung. Kegagalan sistem pompa juga menyebabkan peningkatan konsentrasi Na+ intraseluler yang menarik air sehingga terjadi edema sitotoksik.

4) Eksitotoksisitas

Apabila neuron mengalami iskemia maka terjadi penurunan ATP sehingga neuron menjadi terpolarisasi, dengan akibat meningkatnya pelepasan transmiter glutamat. Peningkatan glutamat ekstraseluler akan menyebabkan stimulasi berlebihan terhadap reseptor glutamat yaitu reseptor a-amino-3hydroxil-5methyl-4-4isoxazole propionate (AMPA), kainat dan NMDA.

5) Apoptosis (kematian sel terprogram)

Selama iskemia, terjadi peningkatan permeabilitas membran mitokondria sebelah dalam yang disebut mitocondrial permeability transition (MPT). MPT mempengaruhi depolarisasi membran, fosforilasi oksidatif, pelepasan ion intramitokondrial dan pembengkakan. Bila proses yang terjadi sangat hebat maka membran luar akan rusak, sehingga terjadi pelepasan makromolekul ke dalam sitoplasma. Pelepasan substansi apoptogenik mengaktifkan kaskade kaspase proteolitik, yang menyebabkan destruksi protein utama dengan hasil akhir kematian sel.

6) Cedera reperfusi dan iskemia serebral

Reperfusi jaringan iskemia penting untuk mengembalikan fungsi normal. Keberhasilan pengobatan trombolisis atau rekanalisasi spontan dari pembuluh darah yang tersumbat mengakibatkan re-oksigenisasi jaringan otak yang mengalami iskemia tetapi juga mencetuskan pembentukan radikal bebas oksigen dan influks sel-sel inflamasi yang mengakibatkan destruksi sel yang masih reversibel secara progresif.

Pada keadaan normal, endotel pembuluh darah otak merupakan organ yang bersifat anti adhesif dan anti trombotik. Iskemia yang diikuti reperfusi menginduksi endotelium sehingga melepaskan molekul adhesi dan faktor-faktor kemotaktik. Tranformasi ini akan menarik dan mengaktivasi trombosit dan neutropil untuk menempel pada endotel, neutropil kemudian beremigrasi ke perenkima otak dalam jumlah yang besar. Aliran darah kapiler mengalami gangguan akibat sumbatan neutropil ukuran besar, sel-sel neutropil ini juga mensekresi enzim proteolitik dan sitokin. Lipid pada membran sel dihancurkan oleh fosfolipase A2 (PLA2) sehingga melepaskan asam aradikonat.

Peningkatan metabolisme asam aradikonat ini mengakibatkan formasi eikosanoid proinflamatorik (prostaglandin dan tromboksan) dan leukotrien, dan radikal bebas oksigen oleh aktivitas enzimatik siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase. Radikal bebas dan mediator inflamasi, bersama dengan prostanoid, berperan dalam kerusakan sawar darah otak, mengakibatkan terjadinya edema. Edema otak ini sendiri kemudian akan memperberat cedera iskemia melalui peningkatan tekanan intrakranial akibat kompresi mikrosirkulasi lokal.

Gejala Stroke

Gejala stroke bervariasi tergantung pada lokasi daerah stroke dan jumlah darah yang terlibat. Gejala-gejala stroke hampir selalu terjadi dengan sangat cepat dan tiba-tiba. Serangan stroke dapat menyebabkan salah satu atau kombinasi dari gejala berikut:

> Perubahan mendadak dalam penglihatan
> Kesulitan mendadak dalam berbicara atau berbicara langsung
> Kebingungan mendadak dan kesulitan dalam memahami
> Kesulitan mendadak dalam mengingat hal-hal yang sangat dasar seperti menghitung atau perintah alfabet
> Masalah koordinasi mendadak, seperti keseimbangan atau berjalan
> Sakit kepala menyiksa tanpa sebab yang jelas yang terjadi secara tiba-tiba
> Kesemutan tiba-tiba, kelemahan atau mati rasa, atau hilangnya kemampuan dalam menggerakkan lengan, kaki, wajah, yang biasanya mempengaruhi hanya satu sisi tubuh (kiri atau kanan)

Kapan Sebaiknya Anda Mengunjungi Dokter?

Orang yang mengalami gejala-gejala tersebut harus dibawa ke dokter sesegera mungkin. Beberapa gejala dapat menghilang dengan cepat sementara beberapa gejala lainnya dapat bertahan hingga beberapa jam. Dalam beberapa kasus, pasien mungkin mengalami mini-stroke atau serangan iskemik transient (TIA), yang merupakan peringatan bahwa stroke lebih serius dapat terjadi sesudahnya. Cara yang terbaik adalah mendapatkan pengobatan dini untuk mencegah stroke.

Beberapa tanda-tanda tersebut juga dapat merupakan gejala dari kondisi kardiovaskular lainnya seperti tekanan darah tinggi, perubahan kadar gula darah atau bahkan stres.

Seorang dokter umum dapat merekomendasikan Anda untuk menemui seorang dokter spesialis saraf dan dokter spesialis jantung jika Anda sedang atau pernah mengalami stroke sebelumnya.

Diagnosis dan Pengobatan Stroke

Untuk diagnosa dan penanganan stroke yang akurat, penting bagi pasien untuk melakukan pemeriksaan fisik dan prosedur diagnostik. Dokter akan bertanya tentang faktor-faktor risiko seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, merokok, dan riwayat keluarga. Beberapa tes juga akan dilakukan tergantung pada gejala Anda. Tes-tes yang dilakukan termasuk CT scan otak, tomografi komputer otak, MRI (pencitraan resonansi magnetik), karotis USG, karotis angiografi, EKG (elektrokardiogram), ekokardiografi dan tes darah. Hasil tes-tes tersebut dapat dengan jelas menunjukkan apakah terjadi stroke atau tidak, dan jika itu terjadi, bagian mana dari otak yang rusak dan berapa tingkat kerusakannya. Tes ini juga dapat mendeteksi kondisi kardiovaskular yang terkait.

Pengobatan stroke, di sisi lain, akan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan stroke.

Pengobatan untuk stroke iskemik: stroke iskemik biasanya diobati dengan aktivator plasminogen jaringan (tPA), obat yang memecah gumpalan darah dan diberikan dalam waktu 4 jam setelah timbulnya gejala. Dokter Anda mungkin juga meresepkan obat stroke berupa pengencer darah dan antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah lebih lanjut. Prosedur medis seperti angioplasti atau perawatan lain yang lebih baru seperti trombolisis intra-arteri juga dapat dilakukan.

Pengobatan untuk stroke hemoragik: Langkah pertama pengobatan untuk stroke hemoragik adalah mengendalikan atau menghentikan pendarahan di otak melalui pengobatan. Intervensi bedah seperti aneurisma kliping, perbaikan malformasi arteri atau embolisasi kumparan mungkin disarankan untuk mencegah kebocoran lebih lanjut dan untuk mencegah agar pembuluh darah tidak pecah lagi.

Mengatasi Penyakit Stroke Dengan Herbal

Pengobatan herbal dengan bahan alami dapat anda jadikan pilihan untuk mengatasi penyakit stroke yang anda derita, Selain murah pengobatan dengan bahan alami tentu aman tanpa efeksamping.

Salah satu Herbal untuk mengatasi penyakit stroke adalah produk dari De nature Indonesia Centilos dan Morici De nature, Centilos dan Morici paket herbal untuk penyakit stroke yang terbuat dari bahan alami dan aman di konsumsi karena terdaftar di BPOM

Berapa Harga Paket herbal untuk penyakit stroke ini…??
Harga paket herbal penyakit stroke Centilos + Morici Rp. 295.000

Bagaimana cara mendapatkan produk Denature Indonesia ini..??
Silahkan Hubungi KAmi untuk konsultasi dan pemesanan herbal untuk penyakit stroke

Hubungi Kami:
0813 9269 7373 [Call/SMS/Whatsapp]
0877 3808 6000 [Call/SMS/]

Banyak Baget yang menjual produk de nature indonesia di internet, apaka ini Asli (Original)..??
Marketing De Nature Indonesia memang banyak, namun kami tidak buka cabang jadi pengiriman dari satu tempat (majenang, cilacap, jawa tengah)

jadi jika pengiriman dari kota lain bisa dipastikan itu tidak asli.

Apakah Belanja Online di De Nature Indonesia Aman..??
Berikut ini sebagian screnshot testimoni dari paket yang diterima oleh konsumen kami sebagai bahan pertimbangan anda

 

 

 

 

Mengapa Denature Indonesia..??

  • Produk De Nature Indonesia terdaftar di BPOM
    NAMA PRODUK    
    NOMER REGISTRASI 
Centiloss   TR 163394881
Morici   TR 163395031
  • Produk De nature sudah bersertifikat Halal dari MUI

 

Jangan tunggu semakin parah untuk penyakit yang anda derita, silahkan hubungi kami untuk pemesanan Morici dan Centiloss De Nature

 

 

Hubungi Kami
0813 9269 7373 [Call/SMS/Whatsapp]
0877 3808 6000 [Call/SMS/]

Bagaimana Cara Mengobati Stroke?

Bagaimana Cara Mengobati Stroke?
Artikel "Bagaimana Cara Mengobati Stroke?" ditulis oleh admin update terakhir pada 21st June 2018 Categories: obat stroke Tags: , , , permalinks http://syphillissd.com/2018/06/21/bagaimana-cara-mengobati-stroke/ di syphillissd.com

Related Posts:

Leave your comment here:

2015 - syphillissd.com